Rabu, 18 Juni 2014

Dua Camar

Ingat akan mentari, dimana dua camar bertali
Bertukar kata, bertukar nama
Narasi di tengah sucinya padi
2, 6, 12 putaran tongkat tali
Nama itu berubah, pun camarnya
Renggang tali
mendegupkan hati
"akankah kau pergi ?"
Irama merayu, pun hati

                Narasi yang suci berubah nada
                Dusta menyalip polosnya hati
                Picik menghias tangan dan kaki
                Meski dusta itu untukmu
                Meski picik itu bagimu
                Tapi hati tetaplah hati

Salah itu menghantui diri
Mengiang dihampanya hati
Saat secuil kesadaran tiba
sesal hanyalah kata yang tertunda

                 Ingat akan mentari ? Dimana dua camar bertali
                 Bertukar kata, bertukar nama
                 Kini ingat akan sabit, dimana dua camar
                 bertukar kata, bertukar pisah

By : Shafira Aisyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar