Ingat akan mentari, dimana dua camar bertali
Bertukar kata, bertukar nama
Narasi di tengah sucinya padi
2, 6, 12 putaran tongkat tali
Nama itu berubah, pun camarnya
Renggang tali
mendegupkan hati
"akankah kau pergi ?"
Irama merayu, pun hati
Narasi yang suci berubah nada
Dusta menyalip polosnya hati
Picik menghias tangan dan kaki
Meski dusta itu untukmu
Meski picik itu bagimu
Tapi hati tetaplah hati
Salah itu menghantui diri
Mengiang dihampanya hati
Saat secuil kesadaran tiba
sesal hanyalah kata yang tertunda
Ingat akan mentari ? Dimana dua camar bertali
Bertukar kata, bertukar nama
Kini ingat akan sabit, dimana dua camar
bertukar kata, bertukar pisah
By : Shafira Aisyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar