Pagi ini
mentari menyapa dengan sinarnya
Udara pagi
segar tak berupa
Burung indah
berkicau seperti biasa
Ku buka
mata dan aku tetap sendiri, tetap seperti biasa
Aku selalu mengharapkan sesuatu
Tak pernah kusapa bosan tuk berharap
sesuatu
Telah kuusir jenuh tuk tetap menunggu
sesuatu
Harap benar benar ada hadiah yang datang
dari-Mu
Tak hentinya
setia menunggu sosok
Tak bosannya
tunggu duduk di kursi tua
Reot wajah
kursi, tapi tetap bersinar tampang setia
Mengapa
takdir benar benar kejam ? harap ini tak pernah sampai
Setidaknya sampaikan titip salam ini
Agar setia tak rasa bosan terlalu lama
Mungkin sudah takdir
Takdir apa yang kau ucap ?!
Belenggu tak berujung
Gelisah tak kenal henti
Gemuruh tak sapa mati
Rintik hujan temani
Manusia bertopi tak kenal lelah
Benar benar menunggu harapnya
Mungkin dia buta
Buta akan lelah tubuhnya
Jiwanya selalu benar terbakar harap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar