Rabu, 04 November 2015

setia menunggu harap



Pagi ini mentari menyapa dengan sinarnya
Udara pagi segar tak berupa
Burung indah berkicau seperti biasa
Ku buka mata dan aku tetap sendiri, tetap seperti biasa

       Aku selalu mengharapkan sesuatu
       Tak pernah kusapa bosan tuk berharap sesuatu

       Telah kuusir jenuh tuk tetap menunggu sesuatu
       Harap benar benar ada hadiah yang datang dari-Mu

Tak hentinya setia menunggu sosok
Tak bosannya tunggu duduk di kursi tua
Reot wajah kursi, tapi tetap bersinar tampang setia
Mengapa takdir benar benar kejam ? harap ini tak pernah sampai

       Setidaknya sampaikan titip salam ini
       Agar setia tak rasa bosan terlalu lama
       Mungkin sudah takdir
       Takdir apa yang kau ucap ?!
       Belenggu tak berujung
       Gelisah tak kenal henti
       Gemuruh tak sapa mati
       Rintik hujan temani
       Manusia bertopi tak kenal lelah
       Benar benar menunggu harapnya
       Mungkin dia buta
       Buta akan lelah tubuhnya
       Jiwanya selalu benar terbakar harap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar